Tampilkan postingan dengan label sembuh dengan reiki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sembuh dengan reiki. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2016

Reiki Menyembuhkan Sakit Perut yang Saya Alami

Gambar dari Google
Jumat 29 Juli lalu perut saya terasa ga beres. Rada melilit di pagi hari, ketika itu seingat saya, saya BAB 2 kali sebelum berangkat bekerja.

Ke esokan harinya, Sabtu karena kondisinya masih sama,  maka saya putuskan untuk minum 1 tablet entrostop yang ada di rumah. Saya juga minum teh manis hangat hari itu.

Hal itu ternyata berlanjut hingga jum’at 5 Agustus lalu. Namun yang biasanya mules/melilit cuma pagi hari, hari Jum’at itu kok sampe jam 11 siang masih belum hilang rasa sakitnya.

Wah, bener-bener ga beres ini pikir saya. Terasa mengganggu. Padahal seingat saya, saya ga makan yang aneh-aneh, he he he....

Sejak perut saya ga beres itu, saya berusaha menghindari makan pedas dan minum teh manis hangat di pagi hari.

Minta Tolong Direiki

Karena rasa sakitnya yang belum kunjung menghilang, maka hari jum’at yang lalu itu saya putuskan untuk minta direiki oleh pak Marhento yang memang biasa memberikan terapi reiki jarak jauh.

Ini kali kedua bagi saya minta bantuan pak Marhento untuk me-reiki saya. Biasanya saya minta tolong beliau untuk memberikan reiki untuk keponakan ataupun adik saya 

Jumat, 07 Agustus 2015

Reiki Sungguh Membantu

Gambar dari Google
Senin, 3 Agustus 2015 yang lalu, keponakan kami yang berusia 2 tahun terserang gejala diare. Begitu diagnosis dokter pagi hari saat ia diperiksakan di rumah sakit swasta di kawasan pasar pondok labu.

Menjelang malam, belum terlihat ada perubahan meskipun sudah minum obat yang diresepkan dari dokter yang memeriksanya. Ia agak demam dan muntah-muntah.

Kami teringat akan teman kami yang mampu melakukan reiki jarak jauh. Kami minta pertolongan pada teman kami, pak Marhento. Kami minta padanya agar mau me-reiki keponakan kami tersebut.. Untung saja ia belum tidur dan menyanggupi untuk me-reiki keponakan kami. Saat itu kira-kira pukul 10 malam.

Malam itu, keponakan kami muntah beberapa kali dan baru bisa tertidur lewat tengah malam. Sang ibu sudah khawatir sekali karena takut anaknya dehidrasi lantaran muntah-muntah. Ia membangunkan kami untuk membawa anaknya itu ke rumah sakit kembali. Itu pukul 2.30 pagi hari.

Kami lihat keponakan kami sedang tertidur dan tidak ada demam sama sekali, suhu tubuhnya pun tak terlalu dingin. Akhirnya kami mencoba me-reikinya saat itu juga. Ya, kami baru bisa melakukan reiki first degree saja (healing atau menyalurkan energi reiki dengan cara meletakkan telapak tangan kami pada tubuh keponakan kami itu).

Kami sarankan pada sang ibu yang tak lain adalah adik kami sendiri untuk tidak panik dan lihat perkembangan si anak sampai keesokan harinya. Bila tidak ada kemajuan, maka boleh dirawat di rumah sakit.

Keesokan harinya, selasa, keponakan kami bangun agak siang kira-kira jam 8.30. berarti ia tertidur pulas dan itu bagus untuk membantu penyembuhannya. Dan muntah-muntah yang terjadi pada malam sebelumnya nampak seperti pengeluaran racun-racun atau virus yang ada dalam tubuhnya, lambungnya. 

Sang ibu pun agak lega mendapati perubahan yang ada pada anaknya. Siang harinya, kami minta tolong kembali pada pak marhento untuk me-reikinya lagi. Malam harinya pun demikian. Hal itu berlangsung sampai hari ini (saat tulisan ini kami buat). 
Flag Counter