Ada banyak hal
Tentang apa?
Tentang banyak hal
Bagaimana?
Begitulah
Kini sudah memasuki hari kedua di bulan Juli. Kalo nggak salah ada tiga ponakan yang ultah di bulan tujuh ini. Hmmm…. Semoga semuanya sehat-sehat dan tetap semangat belajar dan bekerja (soalnya ada yang udah kerja juga).
Hari kedua bulan ini, cuaca panas
sekarang ini tapi kayaknya nanti sore bisa jadi mendung dan hujan.
Oya, bulan ini juga diperingati
hari raya Idul Adha di hari ke Sembilan yakni hari Sabtu.
Ada banyak kejadian yang mau saya
ceritakan sebenarnya, tapi…. Setelah menimbang banyak hal dan faktor, maka saya
putuskan untuk menyimpannya sendiri saja. Cerita yang banyak itu akan menjadi
bagian dari memori saya hingga akhir hayat.
Mungkin teman-teman menerka-nerka,
cerita tersebut adalah cerita yang kurang menyenangkan atau bagaimanaaaa gitu
sehingga tak mau diceritakan. Tapi… biarlah teman-teman menerkanya ya.
Saya sudah mengunci mulut saya untuk tidak memberitahukannya pada siapa pun juga. He he he…
Hari raya idul Fitri tahun ini sudah masuk minggu ke dua lewat. Dan idul fitri tahun ini berbeda sekali dengan idul fitri dua tahun belakangan ini. Orang-orang sepertinya sudah kembali untuk bersilaturahmi seperti sebelum adanya covid 19.
Di lingkungan saya pun saya rasa demikian. Meski saya dan suami tidak melalukannya, tapi terdengar banyak sekali tetangga yang hilir mudik untuk bersalam-salaman. Dalam hati saya mengatakan, "hmm.... lebaran sudah seperti dulu sebelum adanya covid." Semoga tahun-tahun berikutnya pun seperti ini bahkan lebih baik lagi.
Setelah kasus covid 19 melandai, kini terdengar kasus penyakit baru yang dinamakan hepatitis misterius
Semoga saja penyakit tersebut tidak menyebar luas dan tidak mengakibatkan banyak korban seperti halnya covid 19 yang menyebabkan banyak perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
Pagi ini jam 5 gas habis lalu seperti biasa saya ganti dengan yang baru yang sudah tersedia di teras depan. Biasa memang saya taro di teras depan. Jadi, saya ada dua tabung yang bikin saya ga usah buru-buru beli gas baru kalau gas yang sedang dipakai habis. Istilahnya mah ada stok satu tabung lagi yang standby.
Tapi, mungkin tabung gasnya sudah lama atao bagaimana ya
ketika saya pasang kepala selang gasnya ke tabung yang baru yang masih ada
isinya, eh… kok ga mau tertutup sempurna. Langsung saya cabut lagi kepala
selang gasnya untuk memperbaikinya.
Tapi… ketika saya lepaskan kepala selang gasnya berbunyi
suara mendesis dan bau gas pun tercium. Wah…. Tabung gasnya bocor….
Segera suami mendatangi dan membawa tabung gas tersebut ke
teras belakang alias tempat mencuci
pakaian. Tabung gas segera dibenamkan ke dalam ember besar dan bagian
atas tabung itu kami taro ember yang lebih kecil dengan air di dalamnya. Jadi tabung
tersebut benar-benar terbenam dengan pemberat di atasnya.
Air dalam ember berbuih-buih mengeluarkan suara yang khas,
aroma gas juga tercium di sekitarnya.
Kini sudah memasuki bulan ketiga, yakni Maret bulan depan sudah April dan kaum muslim mulai untuk berpuasa. Cepat sekali hari-hari berlalu.
Bulan lalu saya ga ke rumah ibu di Lebak Bulus karena satu
dan lain hal. Hal yang utama adalah kasus covid mulai naik dan puncaknya di
akhir February. Saya selalu berharap dan berdoa agar pandemi ini segera
berakhir. Tapi kok lama ya. Ini sudah memasuki tahun kedua sejak kasus pertama
diumumkan Maret 2020 lalu.
Dan bulan lalu sudah memasuki gelombang yang ketiga. Sejak bulan
lalu saya tidak berbelanja terlalu jauh dari rumah. Biasanya sebelum kasus
naik, saya belanja sayur agak jauh dari rumah karena di tempat itu harganya
lebih murah dan bisa pesan sesuai dengan kebutuhan.
Tapi sejak kasus naik, saya harus belanja di tukang sayur
yang dekat rumah saja untuk keamanan dan jaga-jaga.
Dan mungkin karena kecapean, akhir bulan lalu saya agak drop
sehingga saya harus istirahat di kala siang hari – hal yang tidak saya lakukan
ketika sehat - supaya segera pulih selain minum obat dan vitamin.
Kini sudah kembali sehat dan saya kembali beraktifitas
seperti biasa. Meskipun drop, saya ya tetap berbelanja dan lain sebagainya
hanya saja harus diimbangi dengan istirahat.
Semoga yang sedang sakit segera dipulihkan sehingga bisa
beraktifitas seperti semula. Amin…
Memang di masa-masa pandemi ini kita harus ekstra menjaga kesehatan, kalau bisa memang jangan sampe sakit. Sedikit kena flue saja kita bisa mengira atau menduga atau takut terkena covid karena memang gejalanya mirip.
Hujan memang tidak deras, tapi kalau tidak pakai payung,
lama-lama bisa basah kuyup juga he he he…. Itulah manfaat dari memakai payung. Bila
cuaca mendung, maka saya biasanya membawa payung untuk jaga-jaga supaya ngga
kehujanan.
Meski hujan…
Selain keluar rumah untuk keperluan berbelanja, saya juga
tetap mencuci pakaian. Hujan tak menghentikan saya untuk melakukan aktifitas
seperti biasa. Semangat…..
Lalu di siang hari
ternyata cuaca berubah menjadi cerah dan diikuti dengan sinar matahari dan juga
angin yang membuat suasana sangat berbeda dengan di pagi hari. Wah… cucian pun
jadi kering. Bersyukur sekali.
Jadi….
Walaupun di pagi hari cuaca mendung, gelap dan hujan itu
bukan berarti bahwa sepanjang hari akan seperti itu. Jadi, kita tetap saja
melakukan aktifitas seperti biasa. Tak selamanya kalau pagi hari cuaca buruk,
maka akan buruk sepanjang hari.