Minggu, 15 Mei 2022

Apa Kabar?


 Wah.... apa kabarnya  nih teman-teman semua? Sudah lama saya tidak menulis di sini. Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Amin...

Hari raya idul Fitri tahun ini sudah masuk minggu ke dua lewat. Dan idul fitri tahun ini berbeda sekali dengan idul fitri dua tahun belakangan ini. Orang-orang sepertinya sudah kembali untuk bersilaturahmi seperti sebelum adanya covid 19.

Di lingkungan saya pun saya rasa demikian. Meski saya dan suami tidak melalukannya, tapi terdengar banyak sekali tetangga yang hilir mudik untuk bersalam-salaman. Dalam hati saya mengatakan, "hmm.... lebaran sudah seperti dulu sebelum adanya covid." Semoga tahun-tahun berikutnya pun seperti ini bahkan lebih baik lagi.

Setelah kasus covid 19 melandai, kini terdengar kasus penyakit baru yang dinamakan hepatitis misterius

Semoga saja penyakit tersebut tidak menyebar luas dan tidak mengakibatkan banyak korban seperti halnya covid 19 yang menyebabkan banyak perubahan yang terjadi dalam masyarakat.

Jumat, 04 Maret 2022

Hmm...

 

Pagi ini jam 5 gas habis lalu seperti biasa saya ganti dengan yang baru yang sudah tersedia di teras depan. Biasa memang saya taro di teras depan. Jadi, saya ada dua tabung yang bikin saya ga usah buru-buru beli gas baru kalau gas yang sedang dipakai habis. Istilahnya mah ada stok satu tabung lagi yang standby.

Tapi, mungkin tabung gasnya sudah lama atao bagaimana ya ketika saya pasang kepala selang gasnya ke tabung yang baru yang masih ada isinya, eh… kok ga mau tertutup sempurna. Langsung saya cabut lagi kepala selang gasnya untuk memperbaikinya.

Tapi… ketika saya lepaskan kepala selang gasnya berbunyi suara mendesis dan bau gas pun tercium. Wah…. Tabung gasnya bocor….

Segera suami mendatangi dan membawa tabung gas tersebut ke teras belakang alias tempat mencuci  pakaian. Tabung gas segera dibenamkan ke dalam ember besar dan bagian atas tabung itu kami taro ember yang lebih kecil dengan air di dalamnya. Jadi tabung tersebut benar-benar terbenam dengan pemberat di atasnya.

Air dalam ember berbuih-buih mengeluarkan suara yang khas, aroma gas juga tercium di sekitarnya.

Rabu, 02 Maret 2022

Maret 2022

 

Kini sudah memasuki bulan ketiga, yakni Maret bulan depan sudah April dan kaum muslim mulai untuk berpuasa. Cepat sekali hari-hari berlalu.

Bulan lalu saya ga ke rumah ibu di Lebak Bulus karena satu dan lain hal. Hal yang utama adalah kasus covid mulai naik dan puncaknya di akhir February. Saya selalu berharap dan berdoa agar pandemi ini segera berakhir. Tapi kok lama ya. Ini sudah memasuki tahun kedua sejak kasus pertama diumumkan Maret 2020 lalu.

Dan bulan lalu sudah memasuki gelombang yang ketiga. Sejak bulan lalu saya tidak berbelanja terlalu jauh dari rumah. Biasanya sebelum kasus naik, saya belanja sayur agak jauh dari rumah karena di tempat itu harganya lebih murah dan bisa pesan sesuai dengan kebutuhan.

Tapi sejak kasus naik, saya harus belanja di tukang sayur yang dekat rumah saja untuk keamanan dan jaga-jaga.

Dan mungkin karena kecapean, akhir bulan lalu saya agak drop sehingga saya harus istirahat di kala siang hari – hal yang tidak saya lakukan ketika sehat - supaya segera pulih selain minum obat dan vitamin.

Kini sudah kembali sehat dan saya kembali beraktifitas seperti biasa. Meskipun drop, saya ya tetap berbelanja dan lain sebagainya hanya saja harus diimbangi dengan istirahat.

Semoga yang sedang sakit segera dipulihkan sehingga bisa beraktifitas seperti semula. Amin…

Memang di masa-masa pandemi ini kita harus ekstra menjaga kesehatan, kalau bisa memang jangan sampe sakit. Sedikit kena flue saja kita bisa mengira atau menduga atau takut terkena covid karena memang gejalanya mirip.

Senin, 07 Februari 2022

Tidak berarti…


Kemarin, sejak pagi cuaca mendung dan ada rintik-rintik hujan juga. Padahal saya mesti keluar rumah untuk pergi belanja sayur dan beberapa kebutuhan harian lainnya. Tapi… karena memang jadwal saya keluar rumah, ya saya pun keluar rumah dengan bekal payung.

Hujan memang tidak deras, tapi kalau tidak pakai payung, lama-lama bisa basah kuyup juga he he he…. Itulah manfaat dari memakai payung. Bila cuaca mendung, maka saya biasanya membawa payung untuk jaga-jaga supaya ngga kehujanan.

Meski hujan…

Selain keluar rumah untuk keperluan berbelanja, saya juga tetap mencuci pakaian. Hujan tak menghentikan saya untuk melakukan aktifitas seperti biasa. Semangat…..

Lalu di  siang hari ternyata cuaca berubah menjadi cerah dan diikuti dengan sinar matahari dan juga angin yang membuat suasana sangat berbeda dengan di pagi hari. Wah… cucian pun jadi kering. Bersyukur sekali.

Jadi….

Walaupun di pagi hari cuaca mendung, gelap dan hujan itu bukan berarti bahwa sepanjang hari akan seperti itu. Jadi, kita tetap saja melakukan aktifitas seperti biasa. Tak selamanya kalau pagi hari cuaca buruk, maka akan buruk sepanjang hari.

Senin, 24 Januari 2022

Karya di awal tahun 2022

 

Hmmm… keasyikan dan kesenangan untuk membuat tas selempang masih berlanjut. Awalnya memang saya tertarik untuk membuat tas selempang karena melihat tayangan video di youtube tentang DIY membuat tas selempang dari celana jeans yang tak terpakai. Itu di tahun 2020.

Saya pun mencoba untuk membuatnya dan lumayan berhasil. Saya katakan lumayan karena memang hasilnya tak seperti yang saya lihat di youtube tersebut. Saya akui saya masih dalam tahap belajar dengan peralatan menjahit seadanya. Jadi, hasilnya pun lumayan lah…

Saya berhasil membuat dua tas selempang dari celana jeans yang sudah tak terpakai. Sampai sekarang keduanya masih saya gunakan untuk menyimpang barang yang saya gantungkan di kamar.

Mengapa saya memilih untuk menggunakan bahan jeans? Karena saya pikir bahan jeans itu kokoh dan tebal, jadi tak perlu bahan pelapis lagi seperti kalau kita menggunakan bahan lainnya seperti katun.

Nah, kekurangannya adalah jarum yang saya gunakan nampaknya tak terlalu kuat untuk menjahit bahan jeans. Jadilah saya harus berhati-hati menjahitnya supaya jarumnya tak patah, he he he…

Setelah itu…

Saya mulai bereksperimen untuk membuat tas selempang dari bahan lain, bahan yang ada di rumah, bahan bekas. Dan jadilah tiga buah tas selempang dengan model yang sama yang saya buat menggunakan daster batik yang sudah tak terpakai. Bahannya masih bagus, makanya saya gunakan.

Di awal tahun ini….

Di hari minggu ketika tak bepergian ke rumah ibu, maka saya mulai untuk membuat satu lagi tas selempang. Lagi-lagi dengan model yang sama. Saya pilih model tersebut karena sangat mudah membuatnya.

Model tas dengan satu compartment, satu tempat untuk menaruh barang-barang, tentu saja dengan resleting. Mudah menurut saya. Dan dengan modal daster yang sudah tak terpakai, saya pun mulai membuatnya.

Kamis, 06 Januari 2022

Awal Tahun 2022

Senin 3 Januari 2022 sepertinya situasi sudah seperti biasa kembali. Ketika saya pergi berbelanja, kondisi jalanan sudah ramai. Tampak banyak sekali yang mengantarkan anak-anak mereka (sepertinya mereka orang tua) ke sekolah. 

Anak-anak berseragam entah itu laki-laki atau perempuan tampak semangat untuk kembali sekolah. 

Tak hanya di jalanan besar saja yang ramai dengan lalu lintas aneka motor, di depan rumah kami pun banyak motor yang lewat yang rata-rata memang anak-anak berseragam yang di bangku belakang.

Hmmmmm... setelah hampir dua tahun lamanya mereka tak sekolah offline, tak bertemu dengan teman-teman mereka di sekolah untuk belajar dan bermain, akhirnya di awal tahun 2022 ini mereka kembali ke sekolah. Syukurlah....

Meskipun demikian anak-anak tersebut menggunakan masker ketika ke sekolah. 

Pandemi memang belum berakhir. Kini muncul varian baru yakni omicron yang dikabarkan lebih cepat menular dibandingkan dengan varian sebelumnya, namun dikabarkan pula bahwa varian ini tak terlalu berbahaya. 

Flag Counter