![]() |
| Dok. Pribadi |
“Kenapa kau bersedih?” tanya pohon jambu air kepada
sebatang pohon cabe rawit yang kala itu ia saksikan sedang murung.
“aku sedih karena tak ada yang mau memakan buah yang aku
hasilkan. Liat saja buah ku masih bergelantungan,” jawab pohon cabe rawit
sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya memperlihatkan buahnya kepada pohon jambu
air.
“jangan bersedih hai kawan kecil ku,” hibur si pohon
jambu air. “buah mu itu masih kecil-kecil dan memang belum waktunya dipetik,”
sambungnya lagi.
“Oh.. begitu yah?,” sahut si pohon cabe rawit dengan mata
bersinar. Ia jadi terhibur karena ucapan si pohon jambu air itu.
