Jejak-jejak air hujan masih nampak di ruas-ruas jalan yang
ia lewati. Ia, mitra, seorang gadis dengan perawakan tak terlalu menarik
pandangan mata lelaki (begitu ia mengidentitaskan dirinya) bergegas menuju ke
sebuah padepokan yang letaknya agak menanjak di atas perbukitan.
Peluh masih tersisa di wajahnya dan detak jantungnya pun
belum berirama dengan stabil. Ia memang dengan tergesa-gesa menuju padepokan
tersebut. Tak banyak waktu yang ia miliki untuk ke tempat tersebut.
