“apa kabar?”
Sebuah suara mengejutkan ku untuk
segera menoleh. Tapi… sepertinya ada hal yang menahan ku untuk tidak menoleh. Dengan
perasaan agak bingung dan menebak-nebak pemilik suara, aku akhirnya memaksakan
diri untuk sekedar memalingkan wajah ku ke arah suara tersebut.
Angin di sore itu cukup
bersahabat setidaknya bagi ku yang memang senang sekali menikmati sore hari di
sisi samping rumah ku. Bangku yang ku duduki menghadap ke jalan sebenarnya tapi
agak terhalang dengan tanaman pagar yang cukup tinggi dan rapat, jadi cukup
membuat ku nyaman tanpa harus melihat dan menyapa tetangga ku yang lewat.
