Berasal dari keluarga yang memang pandai berdagang, membuat Adek Wahyudin memahami seluk beluk dalam hal berjualan. Sejak kecil hingga usia sekolah menengah atas, ia senantiasa bermain di pasar sambil membantu kedua orang tuanya berjualan.
Ketika usaha kedua orang tuanya tutup, ia memutuskan untuk membantu sang kakak yang mengelola bisnis online. Dan setelah dirinya paham tentang cara me-manage bisnis online, ia pun memulai bisnisnya sendiri dengan cara menjadi dropshipper salah satu online shop yang menjual produk – produk import dari Cina.
Uang yang ia hasilkan dari menjadi dropshipper itu, ia jadikan modal untuk membuat brandnya sendiri. Dengan modal 900 ribu, ia mulai mengembangkan brandnya dengan nama DEXDENIM.
Kini setelah melalui perjuangan panjang yang ia lalui dengan penuh kesabaran dan keteguhan, akhirnya brandnya itu memiliki target pasar tersendiri yang terus ia manage dengan menempatkan kejujuran dalam bisnisnya itu.
Tampilkan postingan dengan label kisah sukses jualan online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah sukses jualan online. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 Mei 2014
Senin, 17 Maret 2014
Bisnis Rendang Online ala Uni Farah
![]() |
| Website akan memperluas pasar sebuah bisnis |
Entah itu bisnis tingkat kecil-kecilan sampai ke tingkat yang global, tetap saja bisnis makanan ramai dengan konsumennya masing-masing. Setiap tingkatan bisnis memiliki pasarnya sendiri-sendiri dan itu nampaknya amat disadari oleh perempuan bernama Reno Andam Suri.
Perempuan yang menekuni bisnis makanannya yakni rendang ini tetap berfokus pada cara memasak rendangnya yang tradisional punya. Ia tetap mengolah rendangnya dengan cara memasaknya menggunakan kayu bakar meskipun prosesnya meski memakan waktu 7 jam.
Itulah ciri khas rendang yang ia produksi. Dengan memberdayakan ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya, ia terus melayani para konsumennya yang kian bertambah.
Sabtu, 08 Maret 2014
Sukses dari berjualan kerajinan tangan online
![]() |
| sukses dengan jualan online |
Sejak berhenti bekerja, maka ibu Sri Nurul Hidayahpun tak memiliki banyak kesibukan. Dari sinilah ia mencoba mencari kesibukan dengan cara membuat kerajinan tangan seperti bros, jepit rambut, bando, gantungan kunci.
Karena hasil kerajinan tangannya yang sudah menumpuk, maka ia pun memutuskan untuk menjualnya via toko online. Dari toko online inilah usahanya sukses dan kian berkembang selama 3 tahun di tengah kerasnya persaingan penjualan pernak-pernik buatan tangan.
Langganan:
Postingan (Atom)


